Saturday, March 3, 2012

Sejarah Machu Picchu


Machu Picchu terletak sekitar 400 meter dari laut yang berada di provinsi Urubamba, Cusco. Berupa bangunan batu yang sempit dan tidak rata serta berundak-undak. Merupakan bangunan yang penuh misteri karena hingga sekarang para arkeolog masih belum mampu menguraikan sejarah dan fungsi dari kota yang terbentang kurang lebih 1 kilometer ini yang dibangun oleh suku Inca yang merupakan bangunan yang ajaib yang terletak di wilayah geografis pertemuan antara Andes dengan Amazon.

Machu Picchu terletak di tebing hutan Amazon yang bermusim hujan setiap bulan sepanjang tahun. Suhu terpanas di sana sekitar 26° Celcius dan pagi terdingin pada bulan Juni dan Juli di mana temperaturnya dapat mencapai suhu -2° Celcius. Suhu rata-rata sekitar 16° Celcius.

Hiram Bingham
Penemuan pertama dari peradaban suku Inca ini dimulai ketika Hiram Bingham yang adalah seorang penjelajah dan guru sejarah Amerika Selatan pertama melintasi dataran tinggi Peru pada Februari 1909 yang merupakan bulan yang paling banyak turun hujan sehingga perjalanan sulit dilakukan. Namun, kunjungan yang dilakukannya kali itu menarik minatnya pada suku Inca.  

Pada tahun 1911 ia kembali lagi untuk melakukan ekspedisi yang awalnya diarahkan untuk mengunjungi Sungai Urubamba dan sekitarnya untuk mencari kota terakhir dari  peradaban suku Inca.

Bingham mempelajari tulisan-tulisan dan dokumen tentang penjajahan dengan tujuan untuk mengetahui persisnya di mana mereka harus memulai pencarian. Dia juga mendengar tentang sebuah kota yang dibangun secara misterius di hutan, tapi tak seorang pun di Cusco memberikan keterangan terhadap berita ini karena orang beranggapan bahwa kota terakhir dari peradaban suku Inca itu berada di Choquequirao.

Melchor Arteaga
Ekspedisi yang dia lakukan tidak mengikuti jalur Sungai Urubamba karena terdapat sejumlah reruntuhan di sepanjang jalan. Pada tanggal 23 Juli 1911, Bingham datang ke Mandor di mana ia bertemu dengan seorang  petani bernama Melchor Arteaga yang bercerita tentang keberadaan dua lokasi Inca, yaitu di Machu Picchu dan Wayna Picchu.

Arteaga dipekerjakan sebagai pemandu lokal, dan ketika ia menyarankan agar rombongan Bingham diarahkan menuju ke puncak gunung, kolega Bingham memberikan banyak alasan agar mereka tidak ikut pergi ke sana. Kemudian, Bingham melakukan perjalanannya hanya dengan Arteaga dan Sersan Carrasco (yang berperan sebagai penerjemah dari pemandu yang hanya bisa berbahasa Quechua) melintasi aliran Sungai Urubamba dengan lancar dan bertemu di sisi lainnya sebuah vegetasi sangat lebat seperti layaknya hutan, membuat jalan mereka kadang-kadang mengalami hambatan hingga harus merangkak untuk melewatinya.

Bingham dan Carrasco
Setelah makan siang, sekitar 600 meter dari  sungai, mereka menemukan sebuah pondok dan beberapa petani yang bekerja di terasering pertanian Machu Picchu. Setelah istirahat, Bingham memutuskan untuk terus mendaki, namun, Arteaga memutuskan untuk terus berbincang dengan para petani tersebut dan sebagai gantinya, ia mengirim seorang anak sebagai pemandu untuk mereka. 

Sebagaimana Bingham dan Sersan Carrasco terus mendaki, mereka bisa melihat terasering paling mengesankan, tapi apa yang paling mengejutkan mereka adalah melihat serangkaian dinding Inca yang selesai dibangun halus yang ditutupi oleh vegetasi yang lebat. Si anak pemandu itu membawa Bingham melewati semak-semak dan bambu dan akhirnya tiba di sebuah gua besar yang selesai diukir dengan halus, dalam perkataan Bingham, itu merupakan sebuah makam raja.

Kemudian Bingham kembali ke negaranya, dengan membawa berita tentang Machu Picchu. Penemuan ini menarik perhatian dunia dan khususnya, dari Yale University dan National Geographic Society, kedua lembaga memutuskan untuk membantu Bingham dalam eksplorasi tentang reruntuhan yang ditemukan pada tahun 1912 dan 1915.

Ekspedisi Bingham
Yang membuat Bingham dan timnya merasa aneh adalah kenyataan bahwa kuburan tidak banyak ditemukan di Machu Picchu ia berkata, "perhitungan cermat terhadap kerangka dan tulang-tulang yang ditemukan di gua-gua dan kuburan yang berbeda tampaknya terdapat 173 jasad orang yang kemungkinan 150 jasad dari total jasad yang ditemukan tadi adalah wanita, sebuah persentase yang luar biasa, yang memungkinkan mereka untuk mengatakan bahwa ini pernah menjadi tempat suci yang penduduknya itu adalah "Wanita-wanita Terpilih oleh Matahari". Beberapa jenazah lainnya yang ditemukan di Machu Picchu adalah para pelayan." Ada anggapan bahwa buruh tani dan prajurit dimakamkan di tempat-tempat lainnya di luar kota. Anggapan ini menjelaskan mengapa tidak ditemukan lebih banyak jasad lain di sana.

Bingham menambahkan bahwa mereka tidak menemukan emas atau perak, tetapi menemukan benda logam perunggu dan lainnya, juga dari kayu, batu dan tulang. Secara keseluruhan di Machu Picchu Bingham menemukan 521 barang dari keramik dan sekitar 220 benda logam yang teridentifikasi dengan baik.

Ada banyak kontroversi tentang alasan apa yang sebenarnya membuat Bingham melakukan ekspedisinya di Peru, dengan keterangan yang banyak bertentangan dengan laporan. Laporan resmi pemerintah Peru yang dibuat pada tahun 1916, melaporkan bahwa mereka mengambil 74 kotak penuh tulang, mumi, keramik, tekstil, logam dan benda-benda kayu, namun tidak ada emas atau perak tercatat. Namun, ada banyak keraguan, mengingat besarnya daerah tersebut. Semua studi setuju bahwa tidak mungkin untuk tidak menemukan benda terbuat dari logam mulia di Machu Picchu.
Peninggalan Inca di Machu Picchu

Pemerintah Peru bersama dengan Yale University membicarakan tentang pengembalian material dan penempatannya ke sebuah museum arkeologi dari Machu Picchu

Pada April 2011 lalu pengembalian mulai dilakukan ke Istana Kepreresidenan Peru. Pameran material ini dibuka secara gratis untuk umum pada Pk.09.00-20.00 di aula "Dorado" dan aula "Túpac Amaru" di Istana Kepresidenan. Material yang dikembalikan itu berupa kerangka manusia, keramik, dan benda-benda logam lainnya.










Sumber: http://www.ticomperu.com/machupicchu/historia.html

No comments:

Post a Comment